Nugraha Boya, Wahyuni Luh Karunia, Laswati Hening, Kusumastuti Peni, Tulaar Angela Bm, Gutenbrunner Christoph
Department of Rehabilitation Medicine, Hannover Medical School, Hannover.
Acta Med Indones. 2020 Jul;52(3):299-305.
AbstrakCOVID-19 telah menjadi pandemik di Indonesia sejak ditemukannya kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020 di Depok. Peningkatan kasus perhari semakin tinggi sejak akhir Agustus 2020 yang mencapai lebih dari 2000 kasus per hari. Sistem kesehatan di Indonesia perlu ditingkatkan dalam hal kapasitas, termasuk rehabilitasi medik yang harus dilibatkan dari fase akut hingga jangka panjang dalam penanganan pasien COVID-19. Rehabilitasi medik juga diperlukan untuk pasien lain yang bukan COVID-19. Pentingnya keterlibatan, pelayanan rehabilitasi medik dan implementasinya dimasa pandemic COVID-19 memerlukan strategi tersendiri yang harus dilakukan baik oleh pekerja kesehatannya, rumah sakit dan kebijakan pemerintah. Hal ini diperlukan untuk percepatan peningkatan kesehatan pasien, percepatan pemulangan dan menghindari readmisi pasien, dan juga pengoptimalan program kembali bekerja untuk pasien yang sembuh dari COVID-19.AbstractCOVID-19 has become a pandemic in Indonesia since the first cases have been positively diagnosed on 2 March 2020 in Depok. The cases have been increased gradually since the end of August 2020 that has reached 1000 cases per day. The health system in Indonesia needs to be improved in terms of capacity, including rehabilitation medicine that should be involved in all health phases (from acute to long-term) in managing patients with COVID-19. Rehabilitation is also still needed for other non-COVID-19 patients. The importance of involvement and implementation of rehabilitation services during the COVID-19 pandemic will need special strategies that should be done by rehabilitation professionals, hospitals, and government. These are necessary to accelerate the improvement of patients' health, discharge, and avoid re-admission, as well as optimize return-to-work for patients who are recovered from COVID-19.
摘要
自2020年3月2日在德波克首次发现确诊病例以来,新冠疫情在印度尼西亚蔓延。自2020年8月底以来,每日新增病例数不断攀升,超过了2000例。印度尼西亚的卫生系统在能力方面需要提升,包括康复医学,在新冠患者治疗中,康复医学应参与从急性期到长期的各个阶段。其他非新冠患者也需要康复治疗。在新冠疫情期间,康复服务的参与和实施至关重要,需要康复专业人员、医院和政府制定特殊策略。这对于加快患者康复、促进出院并避免再次入院,以及优化新冠康复患者的重返工作计划都非常必要。
摘要
自2020年3月2日在德波克首次确诊首例病例以来,新冠疫情在印度尼西亚爆发。自2020年8月底以来,病例数逐渐增加,每日达1000例。印度尼西亚的卫生系统在能力方面需要改进,包括康复医学,在管理新冠患者时,康复医学应参与所有卫生阶段(从急性期到长期)。其他非新冠患者也仍需要康复治疗。在新冠疫情期间,康复服务的参与和实施的重要性需要康复专业人员、医院和政府制定特殊策略。这些对于加速患者健康改善、出院和避免再次入院,以及优化新冠康复患者的重返工作计划都是必要的。